header_ads

Manfaat Olah Sampah Bagi Perekonomian

Olah sampah untuk mendapatkan manfat ekonomi langsung.

Bank Sampah Barakah Dadali RW.05 Kelurahan Tanah Sareal Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor mengelar kegiatan Bank Sampah Barakah RW.05  di Aula Masjid Al-Hikmah RW.05 Kelurahan Tanah Sareal Rabu (5/3/2014).

Bank Sampah Barakah Dadali RW.05 didirikan atas kesadaran warga RW. 05 Kelurahan Tanah Sareal Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan merubah pola pikir masyarkat tentang sampah yang diketuai oleh Ibu Siti Aminah dengan bermodalkan awal iuran anggota.

Masyarakat mengolah sampah untuk mendapatkan manfat ekonomi langsung dari sampah. Serta memberikan pemahaman tentang pemilahan sampah 3R (Reduce, Reus, Recycle) yaitu, mencegah timbulnya sampah, mengulang-ulang sampah dan mendaur ulang sampah. Kegiatan bank sampah dihadiri oleh para ibu-ibu rumah tangga, dari Dinas Kebersihan, lingkungan hidup, kesehatan, dari Kelurahan Tanah Sareal, serta Kasubag Publikasi dan Dokumentasi pada bagian Humas Setdakot Bogor Rika Riana Risna Dewi. 

Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Bogor terpilih Usmar Hariman ketika menghadiri acara tersebut menyampaikan, beberapa hal terkait dengan persoalan-persoalan Kota Bogor salah satunya persoalan dengan masalah sampah. Sampah di Kota Bogor rata-rata perhari itu tidak lebih sekitar 2.700 meter kubik sampah dihasilkan baik itu dari sampah rumah tangga, pasar, pabrik, sampah toko dan lain sebagainya itu dikolektip disapu dibersihkan oleh pegawai Dinas kebersihan Kota Bogor.

Masalahnya adalah ternyata dari 2.700 meter kubik setiap hari itu, tidak lantas semuanya tidak terangkut ke Galuga yang berada di Kabupaten Bogor. jadi yang terangkut Cuma 70 persen, jadi ada 30 persen setiap hari sampah itu numpuk di Tempat Pembuangan Sampah- Tempat Pembuangan Sampah (TPS-TPS) selokan-selokan dibuang ke sungai ada yang dibakar kumasyarakat dan sebagainya itu yang 30 persen.

Setiap hari ada sampat tersebar 30 persen, kalau 30 persen dikalikan 2.700 hampir  700 meter kubik setiap hari numpuk dalam Kota tidak terangkut ke Galuga. Ini menjadi persoalan, masalah baik kita semua selain masalah yang 70 persen yang sudah terangkut ke Galuga itu menjadi persoalan tersendiri karena, Kota Bogor belum punya lahan untuk buang sampah sendiri dalam Kota. (eka)

Editor: MICHELLE

Diberdayakan oleh Blogger.