header_ads

Tiga Caleg Dapil IV Tersangkut Kasus Ciampea

BOGOR -  Libido caleg ingin menang nekat lakukan berbagai cara hitam. 

BERITA BOGOR - Kasus kecurangan dalam Pemilu Legislatif di Desa Benteng Kecamatan Ciampea akhirnya terungkap, bahkan Panwaslu Kabupaten Bogor melimpahkan kasus ini kepada Bawaslu Jabar.

Ketua PPK Kecamatan Ciampea Dharma Jaya AR mengatakan, sejak mendapatkan adanya laporan kecurangan, pihaknya langsung berkomunikasi dengan Ketua PPS Desa Benteng. Namun terkendala karena yang bersangkutan tidak ada di lokasi dan telepon selulernya mendadak tidak aktif. "Saat kejadian, Ketua PPS Desa Benteng, Khaerudin itu tidak ada di lokasi, jadi saya belum bisa memberikan keterangan rinci," katanya, Jum'at (11/4/2014).

Dari sumber yang dapat dipercaya, ribuan surat suara yang sudah dicoblos terlebih dahulu itu menguntungkan Partai Demokrat dan PDI Perjuangan, sebab lubang terdapat di caleg DPR RI Dapil V Jabar dari PDIP nomor urut 4 H.Audi Z.Tambunan, dan caleg DPR RI Dapil V Jabar dari Partai Demokrat nomor urut 7 M.Azhari, serta caleg DPRD Kabupaten Bogor dapil IV nomor urut 4 Lukman Nurdin.

Hal ini tentu saja membuat calon legislatif dari parpol lain protes keras dan meminta kasus itu diusut tuntas demi terujudnya Pemilu yang berkualitas. Calon DPRD Kabupaten Bogor dapil IV nomor urut 1 dari PKS, Wasto, Sumarno S.Hut mengaku menyayangkan tindakan pelaku yang nekat melubangi surat suara sebelum pemilihan umum dimulai. Pihaknya merasa dirugikan akibat indikasi kecurangan ini. Pihaknya meminta kasus ini segera diusut tuntas. "Dengan kejadian ini banyak yang dirugikan. Untuk itu harus diusut sampai tuntas," katanya saat dihubungi Berita Bogor.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 320 surat suara ditemukan tercoblos di belasan TPS di Desa Benteng dan surat suara itu sudah diamankan dalam 88 kotak suara dan diamankan di Polsek Ciampea.  (als) Editor: Alsabili



Diberdayakan oleh Blogger.