header_ads

RPJMD Kabupaten Bogor 2013 - 2018

RANCANGAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH
KABUPATEN BOGOR PERIODE 2013-2018
(DALAM MUSREMBANG RPJMD)
 .
Masa bakti bupati/wakil bupati kota bogor periode 2008-2013 telah berakhir di penghujung tahun 2013. Selanjutnya sesuai dengan amanat undang-undang bupati/wakil bupati wajib menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). 

RPJMD Kabupaten bogor tahun 2013-2018 adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah 5 tahun yang menjabarkan visi, misi bupati/wakil bupati terpilih. Visi,misi tersebut selanjutnya di jabarkan melalui strategi pembangunan daerah berupa kebijakan dan program/kegiatan pembangunan, beserta kerangka pendanaan pembangunan serta kaidah pelaksanaannya.

Undang-undang secara jelas menyatakan bahwa pemerintah daerah mempunyai kewenangan untuk mengatur dan mengurus pemerintahannya sendiri namun dalam penyusun perencanaan pembangunan daerah tetap harus di memperhatikan perencanaan pembangunan pemerintahan pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan antar pemerintah daerah, sehingga pencapaian tujuan pembangunan daerah berhubungan dan mendukung pencapaian tujuan  pembangunan nasional. Aspek hubungan tersebut tentu memperhatikan kewenangan yang diberikan, baiik yang terkait dengan hubungan sumber daya alam dan sumber daya lainnya, pelayanan umum maupun keuangan. Sejalan dengan perencanaan pembangunan nasional maka dalam tujuan dan sasaran pembangunan daerah harus memperhatikan permasalahan yang menjadi lingkup nasional maupun amanat pembangunan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Alokasi sumber daya daerah harus mendukung penyelesaian masalah yang ada di daerah masing masing, oleh karena itu sebagai dokumen perencanaan pembangunan daerah RPJMD kabupaten bogor tahun 2013-2018 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan nasional.

Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) kabupaten bogor tahun 2013-2018 disusun berdasarkan beberapa pedekatan sebagai berikut :

1.    Pendekatan teknokratik, pendekatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode dan kerangka berfikir ilmiah untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan daerah
2.    Pendekatan partisipatif, pendekatan ini dilaksanakan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terhadap pembangunan. Pelibatan ini adalah untuk mendapat aspirasi dan menciptakan rasa memiliki terhadap dokumen perencanaan pembangunan daerah serta menciptakan konsensus atau kesepakatan pada semua tahapan penting pengambilan keputusan.
3.    Pendekatan atas-bawah (top-down) dan bawah-atas (bottom-up),pendekatan top-down dan bottom-up dilaksanakan menurut jenjang pemerintah. Rencana hasil prosos atas-bawah dan bawah-atas tersebut diselaraskan melalui musyawarah yang dilaksanakan baik ditingkat nasional,provinsi, kabupaten/kota, kecamatan,serta desa/kelurahan, sehingga terciptanya sinkronisasi dan sinergi pencapaian sasaran rencana pembangunan nasional dan sasaran rencana pembangunan daerah
4.    Pendekatan politik, pendekatan ini memandang bahwa pemilihan kepala daerah adalah proses penyusunan rencana, karena rakyat pemilih menentukan pilihannya berdasarkan program-program pembangunan yang di tawarkan para calon kepala daerah. Oleh kerena itu rencana pembangunan adalah penjabaran dari agenda-agenda pembangunan yang ditawarkan kepala daerah saat kampenye ke dalam pembangunan jangka menengah daerah.

Proses penyusunan RPJMD kabupaten bogor 2013-2018 telah melewati beberapa tahapan yaitu penyusunan rancangan awal dan pelaksanaan konsultasi publik, forum musrembang adalah tahapan berikutnya yang harus dilalui guna mendapatkan masukan dan kesepakatan rumusan kebijakan rencana pembangunan jangka menengah daerah, hasil forum musrenbang kemudian dituangkan dalam rancangan akhir RPJMD yang merupakan penyempurnaan terhadap rancangan RPJMD dan disampaikan kepada DPRD untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Dalam rancangan RPJMD kabupaten bogor 2013-2018 visi misi bupati/wakil bupati terpilih disampaikan pada saat kampanye, dianalisis dan dirumuskan kembali dengan tidak menghilangkan subtansi yang ada didalamnya. Untuk pernyataan visi tidak berubah yakni “ Kabupaten Bogor Menjadi Kabupaten Termaju Di Indonesia”. Sedangkan pernyataan misi berubah dari semula 9 (sembilan) misi menjadi 5 (lima) misi, hasil rumusan misi sebagai berikut :

1.    Meningkatkan kesalehan sosial dan kesejahteraan masyarakat
2.    Meningkatkan daya saing perekonomian masyarakat dan pengembangan usaha berbasis sumber daya alam dan pariwisata
3.    Meningkatkan integrasi,koneksitas,kualitas,dan kuantitas infrastruktur wilayah dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan
4.    Meningkatkan aksebilitasi dan kualitas penyelengaaraan pendidikan dan pelayanan kesehatan
5.    Meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan kerjasama antar daerah dalam kerangka tata kelola pemerintahan yang baik.

Untuk mengukur pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dirumuskan dalam KABUPATENB BOGOR TERMAJU di tunjukan oleh beberapa faktor yang menjadi perinci. Penciri ditentukan dengan mempertimbangkan kemampuan sumber daya manusia dan sumber daya alam, pertimbangan keuangan daerah, potensi kabupaten pembanding, dan waktu pencapaian indikator, sehingga dengan demikian dihasilkan 25 (dua puluh lima) penciri,yakni:

1.    Seluruh RSUD dan puskesmas sudah terakreditasi
2.    Seluruh masyarakat memiliki jaminan kesehatan
3.    Angka harapan hidup (AHH) termasuk tertinggi di indonesia
4.    Tuntas angka melek huruf (AMH) bagi penduduk bersusia 15-60
5.    Tuntasnya pembangunan stadion olahraga berskala internasional
6.    Penduduk miskin turun menjadi 5%
7.    Tercapainya rata rata lama sekolah 9 tahun
8.    Pelayanan penyediaan listrik pedesaan tertinggi di indonesia
9.    Kunjungan wisatawan termasuk tinggi di indonesia
10.    Seluruh perizinan berstandar ISO
11.    Laju pertumbuhan ekonomi melebihi laju pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional
12.    Produk domestik regional bruto (PDRB) harga berlaku termasuk tertinggi di indonesia
13.    Produk benih ikan hias dan benih ikan konsumsi air tawar terbanyak di indonesia
14.    Terbangunnya pasar di setiap kecamatan
15.    Tercapainya swasembada benih padi unggul bersertifikat
16.    Bebas rumah tidak layak huni (RTLH)
17.    Tuntasnya pembangunan poros barat-utara-tengah-timur
18.    Mendorong terbangunnya cibinong raya sebagai pusat kegiatan wilayah
19.    Seluruh masyarakat mempunyai e-KTP
20.    Pendapatan asli daerah (PAD) termasuk tertinggi di indonesia
21.    Mencapai predikat wajar tanpa pengecualian (WTP)
22.    Tersedianya jaringan internet/intranet di seluruh kecamatan
23.    Tersedianya layanan pengaduan masyarakat diseluruh OPD dan desa/kelurahan
24.    Tidak ada daerah terisolisir
25.    Terbangunnya masjid raya di setiap kecamatan.

Sebagai gambaran untuk melihat kondisi pencapaian penciri, berikut diuraikan data kondisi pada masing-masing penciri sebagai berikut :
1.    Seluruh RSUD dan puskesmas sudah terakreditasi
•    Jumlah RSUD yang ada saat ini sebanyak 4 unit (dengan status BLUD ada 2 RSUD dan sisanya 2 lagi)
•    Puskesmas berjumlah 101 unit (namun keseluruhannya belum masuk dalam status akreditasi)
2.    Seluruh masyarakat memiliki jaminan kesehatan
•    Berdasarkan data BPJS 2.014.283 jiwa atau 39.4% dari total penduduk kabupaten bogor telah masuk dalam program pelindungan jaminan sosial
•    Sisanya yang belum masuk ke dalam program adalah masyarakat yang mandiri yang di targetkan selesai dalam kurun waktu 4 tahun kedepan
3.    Angka harapan hidup (AHH) termasuk tertinggi di indonesia
•    Angka harapan hidup (AHH) kabupaten bogor 70 tahun
•    Masih lebih rendah dibandingkan AHH provinsi jawa barat 70,9 tahun namun sama dengan AHH nasional 70 tahin
4.    Tuntas angka melek huruf (AMH) bagi penduduk bersusia 15-60
•    Angka melek huruf (AMH) pada tahun 2013 adalah sebesar 95,27%
•    Dalam hal ini 4,73% dari total penduduk kabupaten bogor pada tahun 2013 (atau 161,014 jiwa) menjadi target peningkatan AMH selama 5 tahun perencanaan
5.    Tuntasnya pembangunan stadion olahraga berskala internasional
•    Saat ini sudah 45,15% sisanya diselesaikan pada tahun berikutnya
6.    Penduduk miskin turun menjadi 5%
•    Tingkat kemiskinan kabupaten bogor pada tahun 2013 berdasarkan data BPS adalah sebesar 8.52% kemudian angka proyeksi penurunan pada tahun 2018 sebesar 5%
•    Dengan demikian diperlukan akselerasi penurunan tingkat kemiskinan sebesar 2.48% sampai dengan tahun 2018
7.    Tercapainya rata rata lama sekolah 9 tahun
•    Pada tahun 2013 RLS mencapai 8,04 tahun,target penca[paian RLS 9 tahun diharapkan tercapai pada tahun 2018
8.    Pelayanan penyediaan listrik pedesaan tertinggi di indonesia
•    Jumlah KK yang belum teraliri listrik pada tahun 2013 menurut data ESDM adalah sebanyak 213.547 KK
•    Rasio elektrifitas (RE) pada tahun 2013 sebesar 82,65% yakni di atas RE propinsi jawa barat pada tahun yang sama sebesar 75% dan RE nasional sebesar 65%
9.    Kunjungan wisatawan termassuk tertinggi di indonesia
•    Jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2013 sebanyak 4.125.130 orang
•    Sebagai pembanding propinsi yogyakarta sebesar 1,5 juta jiwa
•    Komponen penciri ini dapat dilihat pula pada banyaknya izin destinasi objek wisata yang baru do terbitkan di kabupaten bogor
10.    Seluruh perizinan berstandar ISO
•    Jumlah jenis perizinan yang ada saat inui dikabupaten bogor meliputi 58 jenis perizinan
•    Dari jumlah tersebut 19  jenis perizinan telah memenuhi standar internasional (bersertifikat ISO) dan 39 jenis perizinan belum memenuhi standar ISO (dalam proses sertifikasi)
11.    LPE melebihi LPE propinsi dan nasional
•    Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) kabupaten bogor pada tahun 2013 adalah sebesar 6.03% masih lebih rendah dibandingkan dengan LPE propinsi jawa barat pada tahun 2013 sebesar 6.06%
•    Namun masih lebih tinggi dibanding dengan LPE nasional sebesar 5.78% pada tahun 2013
12.    PDRB harga berlaku termasuk tertinggi di indonesia
•    Nilai PDRB harga berlaku tahun 2013 sebesar Rp.109,67 Trilyun, meningkat dari tahun 2012 sebesar 95,9 triliyun sehingga menjadi peringkat ke-5 nasional
•    Untuk tingkat propinsi jawa barat peringkat ke-2 setelah kabupaten bekasi
13.    Produksi benih ikan hias dan benih ikan konsumsi air tawar terbanyak di indonesia
•    Produksi benih lele mencapai 1.755.826.300 ekor, sementara produksi se jawa barat sebanyak 4.027.318.040 ekor
•    Produksi ikan hias kabupaten bogor sebanyak 222.234.14 RE atau terbesar di provinsi jawa barat
14.    Terbangunnya pasar di setiap kecamatan
•    Sampai dengan tahun 2013 telah di bangun di 23 kecamatan dan sebanyak 17 unit pasar di kecamatan akan di selesaikan sampai dengan tahun 2018
15.    Tercapainya swasembada benih padi bermutu
•    Sampai dengan tahun 2018 luas sawah di kabupaten bogor di pertahankan seluas 45.214 Ha sehingga kebutuhan benih padi unggul bersertifikasi dalam 5 tahun sebanyak 1.130,4 Ton, diharapkan dapat dipenuhi dari hasil produksi kabupaten bogor
16.    Tidak ada daerah terisolir
•    Daerah yang sulit dijangkau yaitu daerah yang belum ada akses jalan dan jembatan karena faktor geografis, saat ini tercatat di 40 lokasi/kampung direncanakan sampai dengan tahun 2018 tidak ada lagi daerah yang sulit di jangkau
17.    Bebas rumah tidak layak huni (RTLH)
•    Jumlah RTLH tahun 2013 sebanyak 59.359 unit
•    Target pada tahun 2014 sebanyak 5.000 unit (RTLH) sedangkan sisanya direncanakan dalam 4 tahun berikutnya sesuai kapasitas pembiayaan pada masing masing tahun anggaran
18.    Terbangunnya masjid raya di setiap kecamatan
•    Sampai dengan tahun 2014 akan ditangani sebanyak 19 masjid besar (masjid raya)
•    Adapun sisanya sebanyak 21 masjid di tangani sampai 2018
19.    Tuntasnya pembangunan poros barat-utara-tengah-timur
•    Jalur jalan kemang-bojonggede sepanjang 8,6 km pada tahun 2014 penyelesaian pembebasan lahan dan bukaan jalan dan pelaksanaan kontruksi dilaksanakan 2015-2018
•    Poros tengah-timur sepanjang 50,2 KM penyelesaian pembebasan bukaan jalan konstruksi pada tahun 2014-2018
20.    Mendorong terbangunnya cibinong raya sebagai pusat kegiatan wilayah
•    Tersedianya dokumen RTRW
•    Tersedianya dikumen RTBL
tersedianya RDTR cibinong raya
•    Percepatan pembangunan CBD di cibinong raya
21.    Seluruh masyarakat mempunyai e-KTP
•    Kartu tanda penduduk elektronik (KTPel) akan menjangkau 5.111.769 juta penduduk 2013 (sumber data BPS)
•    Pada tahun 2013 2013,2.945.337 juta jiwa penduduk diantaranya sudah dinyatakan tidak terjadi duplikasi KTPel (sumber depdagri) sisa yang wajib KTP akan di selesaikan sampai tahin 2018
22.    PAD termasuk tertinggi di indonesia
•    Pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten bogor pada tahun 2013 adalah sebesar 1.256 triliun
•    Sebagai pembanding kabupaten dengan peringkat (1) tertinggi adalah kabupaten kutai kertanegara (sebesar 2,5 triliun) peringkat kedua kabupaten bandung sebesar 1,86 triliun
23.    Tersedianya lahan pengaduan masyarakat di deluruh OPD dan desa/kelurahan
•    Sampai dengan tahun 2013 hanya terdapat 10 OPD yang menyediakan unit layanan pengaduan, sisanya akan di selesaikan sampai dengan tahun 2018 termasuk kecamatan, desa, kelurahan
24.    Mencapai predikat wajar tanpa pengecualian (WTP)
•    Saat ini masih memperoleh peringkat wajar dengan  pengecualian (WDP)
•    Perlu peningkatan transaparsi dan pertanggung jawaban anggran lebih akuntabel hingga mencapai peringkat WDP pada tahun 2018
25.    Tersedianya jaringan internet/intranet di seluruh kecamatan
•    Pusat layanan internet kecamatan (PLIK) di 40 kecamatan
•    Mobile pusat layanan internet kecamatan (MPLIK)

1/11/2014
30/11/2014


Diberdayakan oleh Blogger.