Kondisi Air Bersih Jawa Barat
BERITA BOGOR - Fasilitasi air bersih akan dijajaki dengan tujuan untuk memberikan dukungan sarana di sekitar bandara
Internasional.
Melalui momentum Hari Bhakti Pekerjaan Umum, kondisi air bersih masih menjadi perhatian serius karena merujuk kepada pencapaian sejalan dengan target RJPMD lima tahun lalu. Pencapaiannya baru mencapai 63%. Hal demikian, diungkapkan Kadis Kimrum Jabar, Bambang Irianto dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id usai upacara hari Bhakti Pekerjaan Umum, Rabu (3/12/2014).
Kendati pencapaian baru mencapai 63%, ungkap Bambang, pencapaian tersebut sudah melebihi target yang dicanangkan dalam RJPMD 5 tahun lalu. Tentunya sejalan dengan target di RJPMD tahun 2013-2018, target prosentase akan didorong untuk ditambah kendati tidak mungkin mencapai 100 persen.
Penambahan air bersih, didorong melalui sistem perpipaan. Fasilitasi akan diberikan baik di perkotaan dan pedesaan, dengan sistem yang dipergunakan sistem regional diantaranya untuk wilayah Metro Bandung bagian selatan dan Ciayumajakuning dengan target 1400 liter per detik.
"Kami berharap nantinya fasilitasi air bersih juga dapat dijajaki dibangun di wilayah Majalengka dengan tujuan untuk memberikan dukungan sarana di sekitar bandara Internasional," harapnya.
"Kami berharap nantinya fasilitasi air bersih juga dapat dijajaki dibangun di wilayah Majalengka dengan tujuan untuk memberikan dukungan sarana di sekitar bandara Internasional," harapnya.
Tahap pertama sudah dibuat, lanjutnya, namun masalah yang dihadapi adalah kesulitan air baku sehingga fasilitasi air baku diminta dipercepat. Melalui bantuan Pemerintah Pusat, diharapkan ada fasilitasi pembangunan waduk-waduk baru. (noer)

