Hewan Kurban di Kab. Bogor Layak Dikonsumsi
IDUL ADHA akan diperingati besok, Rabu (17/11), seperti biasanya masyarakat muslim akan menyembelih hewan kurban. Khusus untuk wilayah Kabupaten Bogor, masyarakat masih ada yang bimbang memilih hewan yang benar-benar sehat. Mereka masih ketakutan dengan hewan yang tertular antraks. Namun begitu, pihak Pemkab Bogor melalui Dinas Perternakan dan Perikanan menjamin hewan yang beredar luas sudah aman. Sebelum hewan-hewan dijual, pihaknya sudah memeriksa ketat penyebaran hewan kurban. Bahkan, di tujuh kecamatan yang endemis antraks sudah dilakukan sosialisasi dan pemberian materi oleh dokter-dokter spesialisasi hewan.
Meski endemis antraks di Kabupaten Bogor sangat tinggi, pihak Pemkab menjamin hewan kurban yang kini beredar tidak ada masalah
dan aman untuk dikonsumsi. Guna keperluan kurban pada Idul Adha Tahun 1431 Hijriyah, warga masyarakat Kabupaten Bogor diimbau, agar tidak perlu khawatir membeli hewan karena hewan yang dijual di sejumlah lapak di Bogor, baik sapi maupun domba, sudah terbebas dari penyakit sehingga layak untuk dikonsumsi.
Menurut dr. Ramilah Erliani, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan pada Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor mengatakan, setiap hewan yang masuk ke Kabupaten Bogor, baik sapi maupun domba, telah melalui seleksi secara ketat, sehingga terbebas dari penyakit berbahaya, khususnya antraks. Selain itu ternak yang dijual, dijamin sehat dan tidak cacat.
Ribuan Hewan kurban yang diperjualbelikan di Kabupaten Bogor menjelang Iduladha tahun ini dipastikan bebas dari segalam macam penyakit. Jaminan itu ditegaskan karena proses sudah dilakukan secara ketat. Bahkan, tujuh kecamatan yang endemis antraks sudah diberikan pedoman dan tata cara beternak secara benar. Dokter ahli pun sudah di terjunkan ke masyarakat. Menurut Ramilah, setiap tahun ribuan hewan kurban baik kambing maupun sapi diperjualbelikan menjelang hari raya Idul Adha.
Untuk menjamin ribuan hewan tersebut bebas penyakit menular seperti antrak Dinas peternakan dan Perikanan secara rutin
melakukan pengawasan termasuk pemeriksaan surat keterangan asal dan kesehatan bagi hewan yang didatangkan dari luar kabupaten Bogor. Hewan besar seperti sapi katanya, biasanya didatangkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, sementara untuk jenis domba selain dari garut dan sumedang juga didatangkan dari berbagai wilayah di kabupaten Bogor. "Meski endemis antraks di Kabupaten Bogor tinggi, namun kami menjamin bahwa hewan kurban aman dikonsumsi masyarakat. Banyak juga warga yang membeli hewan kurban seusai salat led besok," terangnya.
Pihak dinas juga secara rutin setiap tahun memberikan bimbingan teknis kepada para DKM dan panitia kurban bagaimana menyeleksi hewan kurban yang sehat dan aman dikonsumsi. (bbc)
Meski endemis antraks di Kabupaten Bogor sangat tinggi, pihak Pemkab menjamin hewan kurban yang kini beredar tidak ada masalah
dan aman untuk dikonsumsi. Guna keperluan kurban pada Idul Adha Tahun 1431 Hijriyah, warga masyarakat Kabupaten Bogor diimbau, agar tidak perlu khawatir membeli hewan karena hewan yang dijual di sejumlah lapak di Bogor, baik sapi maupun domba, sudah terbebas dari penyakit sehingga layak untuk dikonsumsi.
Menurut dr. Ramilah Erliani, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan pada Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor mengatakan, setiap hewan yang masuk ke Kabupaten Bogor, baik sapi maupun domba, telah melalui seleksi secara ketat, sehingga terbebas dari penyakit berbahaya, khususnya antraks. Selain itu ternak yang dijual, dijamin sehat dan tidak cacat.
Ribuan Hewan kurban yang diperjualbelikan di Kabupaten Bogor menjelang Iduladha tahun ini dipastikan bebas dari segalam macam penyakit. Jaminan itu ditegaskan karena proses sudah dilakukan secara ketat. Bahkan, tujuh kecamatan yang endemis antraks sudah diberikan pedoman dan tata cara beternak secara benar. Dokter ahli pun sudah di terjunkan ke masyarakat. Menurut Ramilah, setiap tahun ribuan hewan kurban baik kambing maupun sapi diperjualbelikan menjelang hari raya Idul Adha.
Untuk menjamin ribuan hewan tersebut bebas penyakit menular seperti antrak Dinas peternakan dan Perikanan secara rutin
melakukan pengawasan termasuk pemeriksaan surat keterangan asal dan kesehatan bagi hewan yang didatangkan dari luar kabupaten Bogor. Hewan besar seperti sapi katanya, biasanya didatangkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, sementara untuk jenis domba selain dari garut dan sumedang juga didatangkan dari berbagai wilayah di kabupaten Bogor. "Meski endemis antraks di Kabupaten Bogor tinggi, namun kami menjamin bahwa hewan kurban aman dikonsumsi masyarakat. Banyak juga warga yang membeli hewan kurban seusai salat led besok," terangnya.
Pihak dinas juga secara rutin setiap tahun memberikan bimbingan teknis kepada para DKM dan panitia kurban bagaimana menyeleksi hewan kurban yang sehat dan aman dikonsumsi. (bbc)
Sumber : Pikiran Rakyat
Tidak ada komentar