header_ads

Kota Bogor Belum Memiliki TPA Sampah

Keberadaan tempat pengolahan sampah di wilayah Kota Bogor menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Pasalnya, volume sampah di Kota Bogor dari tahun ke tahun terus bertambah seiring dengan perkembangan kota dan pertumbuhan penduduk.

Data yang ada menyebutkan rata-rata total timbunan sampah di tahun 2010 mencapai 2.337 meter kubik per hari. Padahal tahun 2009, baru mencapai 2.332 meter kubik.

Sementara, pola penanganan sampah masih menggunakan metoda lama yaitu kumpul, angkut, dan buang serta masih mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga yang akan habis masa kontraknya pada Juni tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Diani Budiarto, Sabtu (9/4), menanggapi belum terwujudnya tempat pengolahan sampah di Kota Bogor. Lebih lanjut dikatakan Diani, sampai saat ini tempat pengolahan sampah regional di Nambo, Klapanunggal, Kabupaten Bogor yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum terwujud.

Padahal, sampah yang dibuang ke TPA Galuga pun belum diolah dengan baik sehingga sampah yang ada hanya ditumpuk dan tidak diolah sehingga dinilai merusak lingkungan, bahkan tidak sesuai dengan undang-undang No 13 tahun 2010 tentang pengelolaan lingkungan.

Sejauh ini, lanjut Diani, usaha lain yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor untuk menangani kebersihan adalah mendorong kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan melalui kegiatan sosialisasi di setiap kelurahan, sekolah dan perusahaan swasta.

Hal ini bertujuan mendorong masyarakat memahami dan mengaplikasikan konsep reduce, reuse dan recycle (3R) dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan proses penyiapan lahan Stasiun Peralihan Sementara (SPA) untuk mendukung operasional TPST Regional Nambo yang ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2013 nanti.

Di samping itu, pihaknya juga tetap melakukan optimalisasi TPA Galuga sebagai tempat pengolahan sampah akhir dengan penambahan lahan seluas kurang lebih 3,77 ha, sehingga total luas TPA Galuga kini telah mencapai sekitar 17,3 hektar.

Dijelaskan Diani, pengelolaan sampah di TPA Galuga selama ini didukung oleh keberadaan 2 unit buldozer, 1 unit track loader, 1 unit wheel loader, dan 1 unit eksavator. (A-155/A-88/als)




Sumber: Pelita 9/4/2011

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.