Sampah Menjadi Masalah Serius Kota Bogor
Keberadaan tempat pengolahan sampah di dalam wilayah Kota Bogor menjadi kebutuhan sangat mendesak sebelum terwujud tempat pengolahan sampah regional di Nambo di Kabupaten Bogor yang akan dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Barat .Sejauh ini, menurut Diani, usaha lain yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor untuk menangani kebersihan adalah mendorong kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan melalui kegiatan sosialisasi di setiap kelurahan, sekolah dan perusahaan swasta, dengan tujuan mendorong masyarakat memahami dan mengaplikasikan konsep reduce, reuse dan recycle (3R) dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Sejalan dengan itu, terus diproses penyiapan lahan Stasiun Peralihan Sementara (SPA) untuk mendukung operasional TPST Regional Nambo, disamping tetap dilakukan optimalisasi TPA Galuga sebagai tempat pengolahan sampah akhir dengan penambahan lahan seluas kurang lebih 3,77 Ha, sehingga total luas TPA Galuga kini telah mencapai sekitar 17,3 hektar.
Dijelaskan, pengelolaan sampah di TPA Galuga selama ini didukung oleh keberadaan 2 unit buldozer, 1 unit track loader, 1 unit wheel loader, dan 1 unit eksavator.

Mengingat sangat pentingnya keberadaan TPA Galuga, maka pada saat ini sedang diproses perpanjangan ijin operasional TPA Galuga kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk dapat dipergunakan sampai dengan tahun 2016. ‘Ini kita lakukan sebagai salah satu langkah antisipatif sebelum adanya alternatif lokasi lain sebagai TPA. Selama ini perpanjangan ijin tersebut hanya berlaku untuk jangka waktu 3 tahun, “ jelasnya.
Pada saat yang sama, lanjut Diani, telah diusahakan penyediaan lahan untuk Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir sampah (TPPAS) di Kayumanis sebagai lahan alternatif, dan sebagai upaya mengantisipasi keterbatasan lahan pengolahan di masa yang akan datang. Sampai dengan tahun 2010, luas lahan yang telah dibebaskan untuk TPPAS di Kayumanis mencapai sekitar 8,93 hektar dari target 12 hektar.
Walikota Diani Budiarto juga memaparkan, bahwa untuk menangani masalah kebersihan, Pemerintah Kota Bogor telah memperluas cakupan pelayanan persampahan menjadi 70%, yang berarti meningkat 0,17% jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2009 yang mencapai 69,83%. “Dengan capaian ini, volume sampah terangkut telah mencapai 1.683 m³ per hari. “ jelasnya.
Menurut Diani, kegiatan pengangkutan sampah di Kota Bogor didukung oleh 97 armada pengangkut sampah yang terdiri dari 65 unit dumtruck, 1 unit compactor dan 31 unit armroll truck.
Armada tersebut diperkuat dengan 7 unit pick up, 16 unit gerobak motor, dan 8 alat berat yang 6 unit diantaranya masih dalam kondisi laik pakai dan 2 unit lainnya sudah tidak laik pakai. Selain itu, juga telah dilakukan ujicoba penggunaan 1 unit mesin penghancur sampah yang ditempatkan di Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan. (yan/als)
Sumber : Kota Bogor 9/4/2011
Tidak ada komentar