header_ads

Puncak HUT ke-66 PGRI di SICC Sentul Bogor

Puncak peringatan Hari Guru Nasional 2011 dan Hari Ulang Tahun Ke-66 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (30/11/2011).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadir didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, serta hadir pula Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, serta Bupati Bogor, Rachmat Yasin.

Pada peringatan bertemakan "Meningkatkan Peran Strategis Guru untuk Membangun Karakter Bangsa" tersebut, Presiden menyampaikan sambutan di hadapan sekitar 4.500 perwakilan guru di seluruh Indonesia yang hadir. Ia mengatakan PGRI agar selalu bermitra dengan Pemerintah Pusat ataupun Pemerintah Daerah untuk memecahkan masalah pendidikan.

“Saya sangat berharap, PGRI senantiasa terus menjadi mitra Pemerintah baik Pemerintah Pusat ataupun Pemerintah Daerah agar PGRI dan Pemerintah dapat selalu bersama–sama dalam memecahkan masalah terutama permasalahan mengenai pendidikan di negeri ini,” Harap SBY. Ia juga menyatakan telah mengajukan kenaikan anggaran pendidikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),

“Untuk tahun depan saya telah mengajukan kenaikan anggaran pendidikan menjadi Rp. 286, 6 Triliun, dimana anggaran tersebut nantinya dapat digunakan sepenuhnya untuk menunjang pendidikan di Indonesia,” katanya.

Namun SBY juga mengungkapkan kekecewaan nya mengenai kinerja sebagian guru yang masih kurang maksimal. “Tunjangan Profesi dan Tunjangan Khusus telah diberikan dengan harapan kesejahteraan dan kinerja para guru semakin baik lagi, namun saya masih mendapat laporan bahwa masih adanya sebagian guru yang kinerjanya belum maksimal,” ungkap SBY.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, dalam sambutannya mengatakan, guru berperan penting dalam membentuk kepribadian bangsa. Oleh karena itu, guru harus mampu menjalankan beberapa tugas penting. Untuk memacu peran strategis guru dalam mewujudkan guru yang profesional, bermartabat, dan sejahtera, guru harus bisa melaksanakan tiga tugas penting.

Tugas tersebut antara lain mengajarkan ilmu, membentuk karakter mulia, serta menanam optimisme serta cita-cita positif ke dalam jiwa anak didiknya. “"Jika guru mampu memenuhi ketiga tugas itu, sekolah akan menjadi tempat sesuai untuk bentuk kepribadian bangsa," katanya.

Hal senada juga dikatakan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, ia mengatakan guru merupakan ujung tombak pendidikan. “Guru merupakan ujung tombak pendidikan, sementara pendidikan merupakan ujung tombak pembangunan. Pendidikan yang unggul dapat terjadi jika ada guru – guru yang unggul juga,” kata Ahmad.

Sulistiyo, Ketua PGRI, mengatakan peringatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen guru dalam mencerdaskan bangsa. “Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen di kalangan guru terhadap mutu mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Sulistiyo.

Dalam puncak peringatan ini, SBY juga memberikan anugrah Tanda Kehormatan Satyalencana Pendidikan pada lima orang guru dan satu orang kepala sekolah atas dedikasi dan prestasinya dalam melaksanakan tugas. Para guru dan kepala sekolah yang mendapatkan penghargaan tersebut terdiri dari, Abdul Hajar, guru SMAN 3 Makassar, Herfen Suryati, guru YPVDP Bontang, Imron Rosidi, guru SMKN 2 Pasuruan, Mustafa, guru SMKN 4 Makassar, dan Nikmah Nurbaity, kepala sekolah SMAN 5 Purworejo.

Ketua MPR Taufiq Kiemas dan Ketua DPR Marzuki Alie juga turut menghadiri peringatan ini. Sejumlah Menteri Kabinet Bersatu II dan Panglima TNI serta POLRI juga menghadiri peringatan ini, seperti Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo. (ari/als)



Sumber: Kabupaten Bogor 30/11/2011

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.