header_ads

Pabrik Tahu Buang Limbah


Pabrik tahu di Indonesia, khususnya di Jawa Barat disinyalir membuang langsung limbah cairnya. Hanya beberapa pabrik yang memanfaatkan limbah padatnya sebagai pakan ternak atau dijual pada pedagang oncom dan tempe gembus dengan harga yang relatif murah.
Pada saat ini pemanfaatan ampas tahu sudah mulai banyak digunakan untuk aplikasi pangan, diantaranya digunakan untuk membuat tepung kaya serat dan protein, substitusi tepung ampas unuk bahan pangan seperti cookies, nugget dan sosis walaupun masih dalam skala penelitian.
Produk-produk pangan tersebut umumnya masih berhubungan dengan sifat-sifat fungsional protein, seperti daya emulsi, daya serap air, dan daya serap minyak.
Hal ini menunjukkan bahwa protein pada ampas tahu berperan penting dalam produk-produk pangan.
Harga pakan buatan untuk pakan ikan air tawar yang beredar di pasaran saat ini relatif mahal karena harga dari penyusunnya yang cukup mahal terutama tepung ikan. Saat ini harga tepung ikan mencapai Rp. 8.000/kg.
Untuk menjawab permasalahan tersebut adalah laporan akhir Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penelitian yang berjudul Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Sebagai Bahan Pelengkap Pembuatan Pakan Ikan Lele Berprotein Tinggi.
PKM Penelitian yang disusun oleh tim beranggotakan, Khaerul Anwar, Sudi Prayitno, Willy Aristaking, Bayu Isra Lis Wardana, Purwanto, membahas manfaat limbah/ampas tahu berprotein tinggi untuk pakan ikan, dan juga solusi tingginya pakan ikan sat ini.
Khaerul dan timnya mencoba memformulasikan bahwa, ampas tahu merupakan hasil samping industri pangan yang digunakan sebagai bahan alternatif pakan dengan nilai gizi yang masih tinggi yakni protein 8.66%, lemak 3.79 persen, air 51.63 persen, dan abu 1.21 persen.
Mereka memaparkan bahwa, pada proses pembuatan tahu dihasilkan dua macam limbah yakni limbah cair (whyi tahu) dan limbah padat (ampas tahu) sebagai hasil samping.(Yopi/b)


Sumber: Poskota

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.