header_ads

Ratusan Personil Amankan SPBU Di Kota Bogor

KOTA BOGOR – Sedikitnya, 250 personil diterjunkan Kepolisian Resor Bogor Kota ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna mengantisipasi dampak dari kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada April 2012 mendatang.

“Sebanyak 250 personel ini kami siagakan dalam menjaga aksi unjuk rasa, termasuk di dalamnya petugas yang mengawal masing-masing SPBU. Satu SPBU ada lima personel, baik yang berpakaian dinas maupun berpakaian biasa,” kata Wakil Kepala Polisi Resor Bogor Kota Kompol Irwansyah kepada KabarPublik, Selasa (27/03/2012).

Dampak kebijakan kenaikan BBM, pengakuan Irwansyah, sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. “Dimulai dari aksi unjuk rasa hingga bentuk tindakan lainnya, yaitu dugaan penimbunan BBM ataupun pembelian BBM dengan jalur yang salah,” ujarnya.

Ia mengatakan pengawalan di SPBU dilakukan selain untuk mengatur arus lalu lintas saat kebijakan kenaikan BBM diberlakukan. Juga untuk mencegah terjadinya tindak kecurangan menjelang kenaikan. Terdapat 22 SPBU yang tersebar di sejumlah wilayah di Kota Bogor.“Kita juga menyiagakan 500 personel tambahan bila terjadi situasi darurat. Tapi secara rutin setiap hari ada 250 personel yang disiagakan,” katanya.

Irwansyah mengatakan, aparat kepolisian, Pertamina, Hiswanamigas dan pengelola SPBU di Kota Bogor telah sepakat bersama-sama untuk menjaga kestabilan ketersediaan BBM di Kota Bogor. Kesepakatan tersebut, lanjut Irwansyah, telah disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar oleh Polres Bogor di Makopolres Kedung Halang, Bogor Utara.

Menyinggung kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah SPBU, Irwansyah berharap agar semua SPBU berperan aktif mensosialisasikan setiap kendala di lapangan. “Kita minta SPBU untuk transparan dalam menyampaikan kendala di lapangan misalnya keterlambatan pendistribusian dari pusat yang berdampak pada antrian panjang bagi konsumen yang akan membeli BBM. Sehingga kita dapat melakukan pengawalan dan SPBU tidak menjadi sasaran amarah dari para konsumen,” ujarnya.(red/ice)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.