BPBD Lebih Fokus Menanggulangi Bencana
CIBINONG - Dalam dua pekan terakhir, tercatat 53 kejadian di 42 Desa dari 23 Kecamatan terkena bencana longsor, banjir serta angin puting beliung.
Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor lebih fokus melakukan penanggulangan pasca bencana dan memperbaiki dampak dari bencana dengan berkoordinasi dengan dinas terkait.
Kepada Bidang Tanggap Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Ma’mur HS mengatakan bahwa dalam bencana hingga pertengengahan Januari 2013 ini ada 35 kejadian tanah longsor, 10 kali kajadian banjir dan 8 kali kajadian puting beliung.
Hampir 50 persen wilayah kabupaten Bogor adalah rawan bencana. Peristiwa tanah longsor sendiri terjadi di wilayah Cisarua, Megamendung, Sukaraja, Babakan Madang, Cigombong, Sukajaya dan Sukamakmur berdapak pada 108 keluarga dari 86 rumah rusak, sedangkan untuk korban meninggal dunia tercatat 6 orang.
Sedangkan peristiwa banjir terjadi di wilayah aliran sungai, Cisarua, Cariu, Jonggol Gunung Putri, Tanjung Sari dan Klapanunggal.
“Wilayah paling besar terendam banjir yakni di Perumahan Nusa Indah, Desa Bojong Kulur, Gunung Putri, berdampak pada 2200 keluarga dan terputusnya akses jalan di Tanjung Sari diakibatkan putusnya jembatan besi penghubung desa sekitar,”ungkap Makmur. (cj)
foto: dokumen longsor,Pesawat milik BNPB
Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@ gmail.com
Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor lebih fokus melakukan penanggulangan pasca bencana dan memperbaiki dampak dari bencana dengan berkoordinasi dengan dinas terkait.
Kepada Bidang Tanggap Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Ma’mur HS mengatakan bahwa dalam bencana hingga pertengengahan Januari 2013 ini ada 35 kejadian tanah longsor, 10 kali kajadian banjir dan 8 kali kajadian puting beliung.
Hampir 50 persen wilayah kabupaten Bogor adalah rawan bencana. Peristiwa tanah longsor sendiri terjadi di wilayah Cisarua, Megamendung, Sukaraja, Babakan Madang, Cigombong, Sukajaya dan Sukamakmur berdapak pada 108 keluarga dari 86 rumah rusak, sedangkan untuk korban meninggal dunia tercatat 6 orang.
Sedangkan peristiwa banjir terjadi di wilayah aliran sungai, Cisarua, Cariu, Jonggol Gunung Putri, Tanjung Sari dan Klapanunggal.
“Wilayah paling besar terendam banjir yakni di Perumahan Nusa Indah, Desa Bojong Kulur, Gunung Putri, berdampak pada 2200 keluarga dan terputusnya akses jalan di Tanjung Sari diakibatkan putusnya jembatan besi penghubung desa sekitar,”ungkap Makmur. (cj)foto: dokumen longsor,Pesawat milik BNPB
Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@ gmail.com

Tidak ada komentar