header_ads

Peringatan Dini Bencana Kabupaten Bogor


CISARUA - Dalam kurun waktu sepekan terakhir bencana melanda kawasan Puncak Bogor dan sekitarnya dampak curah hujan tinggi menyelimuti Wilayah Kabupaten Bogor.

Dari hasil pantauan sistem Sadewa (Satellite Disaster Early Warning System),
(9/1/2013) lalu,
terlihat bahwa wilayah kabupaten bogor dan sekitarnya terindikasi oleh zona hitam yang berarti curah hujan tinggi. 


Tentu saja hal ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor lebih meningkatkan kesiapsiagaan bencana menyusul telah mulai masuknya musim hujan.
 

BPBD langsung menyampaikan peringatan dini dan dihimbau masyarakat untuk berhati-hati serta waspada terhadap bencana, seperti tanah longsor, banjir dan kecelakaan lainnya akibat hujan yang tinggi. untuk wapada bencana tanah longsor hindari tebing serta bantaran kali yang dinilai jika terkena hujan terus menerus akan ada pergeseran tanah.

Namun, musibah itu terlanjur terjadi, tanah longsor yaitu di desa Tugu Utara, Tugu Selatan dan Cibeureum dan 1 bencana banjir yaitu didesa Tugu Selatan, serta Kp.Legok Bagong Cibogo desa Cipayung Megamendung. 

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor melakukan Assesment, Kaji Detail dan Evakuasi.


"Kesiapsiagaan sudah menjadi protap BPBD dalam penanggulangan bencana, karena bencana dapat terjadi kapan saja di wilayah Kabupaten Bogor.
Untuk musim hujan ini tentu lebih ditingkatkan lagi," kata Kepala BPBD Kabupaten Bogor Yous Sudrajat, Rabu (16/1/2013).

Menurutnya, setiap harinya BPBD menugaskan tim piket yang berjumlah 14 orang untuk memantau, mengawasi dan bersiaga bila terjadi becanana. Selain tim piket, lanjutnya, BPBD juga menyiagakan 100 anggota tim resquenya dan tim siap panggil yang akan memonitor perkembangan di lapangan dari rumah.

"Kita juga didukung tim resque dari Tagana, PMI, dan TRC yang selalu siaga setiap saat," katanya. 


Lebih lanjut dirinya menjelaskan bencana yang sering terjadi di Kabupaten Bogor seperti, longsor, banjir atau lebih tepatnya air tergenang, dan angin puting beliung atau angin kencang. Bencana lainnya yang kita mulai terpetakan terjadi setiap tahunnya yakni kekeringan, gempa bumi dan bencana sosial yakni kebakaran.


"Untuk saat ini yang mulai sering terjadi di wilayah Kabupaten Bogor yakni angin puting beliung. Bencana ini sudah meluas wilayahnya, dan mencapai kawasan yang tadinya nihil bencana," kata dia.

Bencana puting beliung sulit untuk dipetakan, sebaran wilayahnya pun kian meluas di daerah yang nihil bencana seperti Bojong Gede dan Tajur Halang. Namun, akhir-akhir ini puting beliung kerap terjadi di wilayah tersebut. Begitu juga dengan bencana kekeringan yang selama dua tahun terakhir terjadi di wilayah Kabupaten Bogor.

"Untuk kekeringan, BPBD memiliki tugas mendistribusikan air kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air. Air ini kita dapatkan melalu kerja sama dengan PDAM," katanya.

Sementara itu, untuk bencana longsor, BPBD telah memetakan ada 22 kecamatan dan 115 desa yang rawan longsor. "Untuk banjir, sebenarnya di wilayah Kabupaten Bogor relatif tidak pernah terjadi. Hanya ada genangan air saja, dan ini biasa terjadi di wilayah Gunung Putri dan Ciseeng," katanya. (ice)








Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@ gmail.com



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.