Relokasi Permukiman Warga Rawan Bencana
CIBINONG - Bencana merupakan peringatan agar umat manusia patut melestarikan lingkungan. Warga yang bermukim diwilayah rawan longsor diminta mau direlokasi.
Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman meninjau lokasi longsor di Desa Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Selasa (15/1/2013).
Menurutnya bencana merupakan peringatan bagi pemilik bangunan agar saat membangun memperhatikan faktor lingkungan.
“Siapapun yang akan membangun bangunan harus peduli dengan lingkungan. Pada lokasi curam seperti ini tentu harus ada tanaman keras yang akarnya sampai ke dalam, sementara di lokasi ini hanya ada rumput. Ini merupakan bukti bahwa para pemilik bangunan tidak mengindahkan faktor lingkungan,” katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kedepannya Pemkab Bogor akan lebih memperketat lagi izin peruntukan lahan diwilayah tersebut. “Kedepannya izin peruntukan lahan akan kita perketat agar lingkungan disini tidak semakin rusak,” tegasnya.
Terkait penanganan korban longsor yang selamat, Politisi PDIP ini berpendapat jika semua warga harus direlokasi mengingat lokasi tempat tinggal mereka tersebut memang sudah tidak layak lagi dihuni.
“Jika masih terus tinggal disini itu sama saja menantang bahaya, maka secepatnya para warga disini harus direlokasi dan beban biayanya akan ditanggung oleh APBD Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Seperti yang diketahui, sedikitnya enam orang tewas tertimbun tanah longsor yang melanda kawasan Cipayung Datar Kecamatan Megamendung tersebut. Hujan besar berintensitas tinggi sejak senin malam, mengakibatkan tanah longsor yang menimpa Kampung Legok Bagong RT 6/2, Desa Cipayung Datar dan merenggut enam orang korban jiwa. (ice)
Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@ gmail.com


Tidak ada komentar