header_ads

Siswa Belajar Shift Pasca Atap Kelas Roboh


SUKAJAYA- Pasca runtuhnya atap gedung SD Negeri Banar 01 Harkat Jaya, diberlakukan sistem shift belajar pagi dan sore hari.

Sekolah yang terletak di Kampung Babakan Tajur, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya itu ambruk Selasa (8/1/2013) kemarin, kondisinya masih rusak.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rustandi menginstruksikan kepada piha sekolah agar siswa SD Negeri Banar 01 untuk dapat bersekolah kembali dengan sistem shift pagi dan sore.

“Kegiatan belajar mengajar harus tetap dilanjutkan, jadi untuk sementara waktu kami instruksikan untuk menggunakan sistem shift pagi dan siang,” katanya, Kamis (10/1/2013).

Menurutnya, kejadian ambruknya atap sekolah SD tersebut merupakan musibah yang tidak dapat diduga oleh siapapun. “Kejadian ini teguran untuk kita semua, dan menjadi PR kita bagaimana caranya memuhkan kondisi SD tersebut secepatnya,” tandasnya.

Ditegaskannya, saat ini Disdik terus mengupayakan untuk sementara waktu sebelum perbaikan sekolah yang ambruk selesai siswa dapat belajar di gedung sekolah yang masih tersisa.

"SD Negeri Banar 01 memiliki dua unit bangunan sekolah. Satu unit terdiri dari empat ruang dimana tiga ruang merupakan ruang kelas belajar dan satu ruangan guru. Kita bisa memaksimalkan penggunaan satu unit bangunan sekolah yang masih tersisa, ada tiga kelas jadi bisa digunakan untuk belajar siswa secara bergantian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Banar 01, Sukmadjaja mengatakan, pihaknya masih trauma untuk bisa belajar lagi dan khawatir atap bangunan yang tersisa ikut rumbuh.

“Masih ada sedikit rasa khawatir takut atap gedung ini rubuh namun kami tidak bisa meliburkan siswa cukup lama mengingat bulan ini merupakan bulan efektif belajar,” jelasnya. (ice)





Editor: Michelle
Email: beritabogor2002@ gmail.com


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.