Spanduk Aher Bertebar Paku Di Pepohonan
Lantaran kerap disindir media massa terkait baligo dan spanduk yang bertebaran paku di pepohonan membuat Ahmad Heryawan (Aher) berupaya keras menutupi kesalahannya dengan mengelu-elukan Sariban.
Setiap orang yang lalu lalang dipastikan dapat melihat baligo atau spanduk Aher yang dipaku rapih oleh tim suksesnya yang tersebar di wilayah Jawa Barat. Tak terkecuali di pusat perkantoran pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor.
Pantauan Berita Bogor, Rabu (9/1/2013), jenis paku yang digunakan tim sukses Aher di wilayah Bogor berupa paku payung berukuran besar. Baligo dan spanduk Cagub Jabar itu dipantek sembarang di setiap pohon yang terletak dikawasan strategis.
Diantaranya, dipersimpangan jalan, jembatan penyeberangan, terminal, stasiun krl, pasar, jalan kecamatan, jalan desa, Jalan raya Bogor, Jalan Raya Tegar beriman, Jalan Sukahati, Jalan Cikaret, Jalan Baru - Yasmin, Jalan Tajur dan sejumlah ruas jalan lainnya.
Sebelumnya, awal Desember 2012 lalu, berita bogor juga memberitakan maraknya baligo dan spanduk Cagub incumbent di jalan jalan utama wilayah Bogor. Ironisnya, pasangan calon gubernur (incumbent) Jawa Barat, Ahmad Heryawan lebih giat ambil bagian menebar baligo dan spanduk dilokasi yang dianggap strategis
"Seharusnya incumbent jangan ikut merusak keindahan kota, bukankah selama menjabat mereka selalu mengajak warga untuk menjaga wilayah agar tetap indah dan tertib," ketus Soekarta (42) warga Sukahati Cibinong.
Dia mengeluhkan
banyaknya spanduk Ahmad Heryawan yang terpampang dibatang
pohon dan dipaku di pohon sejak bulan Nopember 2012 lalu.
"Ahmad Heryawan jangan memberi contoh buruk perang spanduk, tapi berilah contoh kepatuhan dan ketertiban dalam berkampanye, apalagi masa kampanye kan belum dimulai secara resmi," keluhnya.
Sedangkan Sanwanih (38) warga Cibinong mengatakan memasang spanduk bukan pada tempat dan waktunya menunjukkan bahwa kedua calon gubernur itu kurang percaya diri.
"Apakah dia merasa dirinya belum populer maka harus
sembarang pasang spanduk. Bukankah Ahmad Heryawan sudah sering pasang
iklan layanan masyarakat di televisi yang duitnya dari APBD, kok masih
tebar spanduk ya?," imbuh dia.
Keluhan juga disuarakan Sunyoto (41), warga Cisarua. Dia membenarkan di kawasan Puncak Bogor mulai ramai membentang spanduk para calon gubernur, sehingga membuat view jalur puncak menjadi tambah kumuh dan tidak indah lagi.
Mendadak kagumi Sariban
Aher mengaku terinspirasi oleh Sariban untuk mencabuti paku-paku di pohon di kota Bandung, guna meraih simpati bagi dirinya yang saat ini sebagai calon Gubernur Jawa Barat.
"Pak Sariban inspirasi saya untuk menertibkan alat kampanye yang menempel di pohon. Poster ini tidak sesuai pada tempatnya. Saya harus tertibkan. Ini merusak lingkungan. Pohon sumber kehidupan. Bukan untuk dipaku dan dipasangi banyak poster," kata Aher di Bandung, Minggu (6/1/2013) kemarin.
Aher mencabuti paku di sepanjang jalan AH. Nasution hingga Jatinangor.
"Jangan pernah memaku pohon dengan alasan apa pun. Saya akan perintahkan pada seribu relawan merah putih yang tersebar di seluruh Jawa Barat untuk menertibkan media kampanye pasangan saya. Saya tidak rela pohon dipaku untuk kepentingan sosialisasi pasangan saya, Dedi Mizwar," kata Aher mencari simpatik warga.
Dedy ikutan latah
Tak hanya itu, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar juga ikut - ikutan mengimbau para pendukungnya tidak memasang alat peraga sosialisasi di pohon-pohon atau sarana publik lain yang mengganggu kenyamanan.
Pohon seharusnya dirawat dengan baik karena berfungsi sebagai penghijauan.
"Masak pohon harus dipantek-pantek untuk memasang poster saya. Tidak perlu begitulah,” ujar Deddy saat bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan relawan pendukung Aher-Deddy di Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin (7/1/2013) kemarin.
Kampanye pendekatan emosional
Direktur Lembaga Kajian Strategis, Roni Syahputra mengkritisi maraknya alat peraga kampanye berupa spanduk dan baligo yang bertebaran di lokasi yang dianggap strategis, termasuk persimpangan jalan dan jalur hijau.
"Disamping membuat kesemrawutan, juga merusak pohon - pohon karena di paku. Seharusnya para Cagub jangan membiarkan tim suksesnya merusak lingkungan hidup," pintanya.
Sebaiknya baligo dan spanduk para Cagub, tambahnya, dipampang ditempat yang telah disediakan pemerintah setempat. Dinas Pertamanan dan Kebersihan serta Dinas terkait jangan tinggal diam dan menunggu perintah.
"Bila memang baligo dan spanduk Cagub dipasang dilokasi yang melanggar Perda maka segera tertibkan, jangan canggung dan takut," pesannya.
Menurutnya, KPUD belum memberlakukan masa kampanye pilgub, maka hendaknya para tim sukses lebih bijak untuk menjaga ketertiban keindahan dan kenyamanan suatu kawasan. Sehingga, akan memberikan kesan positif bagi masyarakat untuk turut mematuhi peraturan yang telah diberlakukan.
"Saya melihat saat ini tim sukses mulai mengkampanyekan pasangan calon melalui alat peraga spanduk dan baligo yang menyebar luas. Lebih elok bila melalui pendekatan emosional turun ketengah-tengah masyarakat dalam bentuk dialog atau silaturahmi tanpa mengotori lingkungan sekitar," harap dia, Selasa (8/1/2013) malam. (*/als)
Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@gmail.com
Setiap orang yang lalu lalang dipastikan dapat melihat baligo atau spanduk Aher yang dipaku rapih oleh tim suksesnya yang tersebar di wilayah Jawa Barat. Tak terkecuali di pusat perkantoran pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor.
Pantauan Berita Bogor, Rabu (9/1/2013), jenis paku yang digunakan tim sukses Aher di wilayah Bogor berupa paku payung berukuran besar. Baligo dan spanduk Cagub Jabar itu dipantek sembarang di setiap pohon yang terletak dikawasan strategis.
Diantaranya, dipersimpangan jalan, jembatan penyeberangan, terminal, stasiun krl, pasar, jalan kecamatan, jalan desa, Jalan raya Bogor, Jalan Raya Tegar beriman, Jalan Sukahati, Jalan Cikaret, Jalan Baru - Yasmin, Jalan Tajur dan sejumlah ruas jalan lainnya.
Sebelumnya, awal Desember 2012 lalu, berita bogor juga memberitakan maraknya baligo dan spanduk Cagub incumbent di jalan jalan utama wilayah Bogor. Ironisnya, pasangan calon gubernur (incumbent) Jawa Barat, Ahmad Heryawan lebih giat ambil bagian menebar baligo dan spanduk dilokasi yang dianggap strategis
"Seharusnya incumbent jangan ikut merusak keindahan kota, bukankah selama menjabat mereka selalu mengajak warga untuk menjaga wilayah agar tetap indah dan tertib," ketus Soekarta (42) warga Sukahati Cibinong.
Dia mengeluhkan
banyaknya spanduk Ahmad Heryawan yang terpampang dibatang
pohon dan dipaku di pohon sejak bulan Nopember 2012 lalu. "Ahmad Heryawan jangan memberi contoh buruk perang spanduk, tapi berilah contoh kepatuhan dan ketertiban dalam berkampanye, apalagi masa kampanye kan belum dimulai secara resmi," keluhnya.
Sedangkan Sanwanih (38) warga Cibinong mengatakan memasang spanduk bukan pada tempat dan waktunya menunjukkan bahwa kedua calon gubernur itu kurang percaya diri.
"Apakah dia merasa dirinya belum populer maka harus
sembarang pasang spanduk. Bukankah Ahmad Heryawan sudah sering pasang
iklan layanan masyarakat di televisi yang duitnya dari APBD, kok masih
tebar spanduk ya?," imbuh dia.Keluhan juga disuarakan Sunyoto (41), warga Cisarua. Dia membenarkan di kawasan Puncak Bogor mulai ramai membentang spanduk para calon gubernur, sehingga membuat view jalur puncak menjadi tambah kumuh dan tidak indah lagi.
Mendadak kagumi Sariban
Aher mengaku terinspirasi oleh Sariban untuk mencabuti paku-paku di pohon di kota Bandung, guna meraih simpati bagi dirinya yang saat ini sebagai calon Gubernur Jawa Barat.
"Pak Sariban inspirasi saya untuk menertibkan alat kampanye yang menempel di pohon. Poster ini tidak sesuai pada tempatnya. Saya harus tertibkan. Ini merusak lingkungan. Pohon sumber kehidupan. Bukan untuk dipaku dan dipasangi banyak poster," kata Aher di Bandung, Minggu (6/1/2013) kemarin.
Aher mencabuti paku di sepanjang jalan AH. Nasution hingga Jatinangor.
"Jangan pernah memaku pohon dengan alasan apa pun. Saya akan perintahkan pada seribu relawan merah putih yang tersebar di seluruh Jawa Barat untuk menertibkan media kampanye pasangan saya. Saya tidak rela pohon dipaku untuk kepentingan sosialisasi pasangan saya, Dedi Mizwar," kata Aher mencari simpatik warga.
Dedy ikutan latah
Tak hanya itu, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar juga ikut - ikutan mengimbau para pendukungnya tidak memasang alat peraga sosialisasi di pohon-pohon atau sarana publik lain yang mengganggu kenyamanan.
Pohon seharusnya dirawat dengan baik karena berfungsi sebagai penghijauan.
"Masak pohon harus dipantek-pantek untuk memasang poster saya. Tidak perlu begitulah,” ujar Deddy saat bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan relawan pendukung Aher-Deddy di Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin (7/1/2013) kemarin.
Kampanye pendekatan emosional
Direktur Lembaga Kajian Strategis, Roni Syahputra mengkritisi maraknya alat peraga kampanye berupa spanduk dan baligo yang bertebaran di lokasi yang dianggap strategis, termasuk persimpangan jalan dan jalur hijau.
"Disamping membuat kesemrawutan, juga merusak pohon - pohon karena di paku. Seharusnya para Cagub jangan membiarkan tim suksesnya merusak lingkungan hidup," pintanya.
Sebaiknya baligo dan spanduk para Cagub, tambahnya, dipampang ditempat yang telah disediakan pemerintah setempat. Dinas Pertamanan dan Kebersihan serta Dinas terkait jangan tinggal diam dan menunggu perintah.
"Bila memang baligo dan spanduk Cagub dipasang dilokasi yang melanggar Perda maka segera tertibkan, jangan canggung dan takut," pesannya.
Menurutnya, KPUD belum memberlakukan masa kampanye pilgub, maka hendaknya para tim sukses lebih bijak untuk menjaga ketertiban keindahan dan kenyamanan suatu kawasan. Sehingga, akan memberikan kesan positif bagi masyarakat untuk turut mematuhi peraturan yang telah diberlakukan.
"Saya melihat saat ini tim sukses mulai mengkampanyekan pasangan calon melalui alat peraga spanduk dan baligo yang menyebar luas. Lebih elok bila melalui pendekatan emosional turun ketengah-tengah masyarakat dalam bentuk dialog atau silaturahmi tanpa mengotori lingkungan sekitar," harap dia, Selasa (8/1/2013) malam. (*/als)
Editor: Alsabili
Email: beritabogor2002@gmail.com


Tidak ada komentar