Prihatin Atas Kasus Suap
CIBINONG - Kasus suap makam mewah membuat GPPP sangat prihatin, KPK diminta mengumumkan hasil pemeriksaan.
Pihak GPPP (Gerakan persaudaraan putra pribumi) Bogor Raya menyatakan keprihatinannya terhadap kasus penangkapan Ketua D{PRD Kabupaten Bogor yang telah ditetapkan sebagai tersangka Suap perijinan Makam Mewah di kawasan Tanjungsari, kabupaten Bogor.
Hal ini dikatakan Ketua GPPP Rahmat Gunawan kepada Wartawan, Minggu (21/4/2013).
Setelah mengetahui dari berbagai pemberitaan, kata Rahmat, pihak kami mengkaji kronologis hingga proses perijinan lahan seluas dua juta hektar itu yang berujung pemeriksaan KPK kepada Ketua DPRD dan Sekretaris Pribadi Bupati Bogor Rahmat Yasin sebagai orang nomor satu yang memiliki otoritas mengeluarkan perijinan.
"Bila benar terbukti Sekretaris Pribadi Bupati Bogor ada sangkut pautnya, maka saya berharap dia melakukan itu atas inisiatifnya sendiri dan bukan atas perintah Rahmat Yasin. Sebab, beliau adalah orang nomor satu yang akan mencalonkan dirinya kembali menjadi Bupati Bogor untuk kedua kalinya," harapnya.
Agar masyarakat Bogor tidak simpang siur memperoleh informasi yang benar, Rahmat Gunawan mendesak kepada KPK untuk segera mengumumkan kronologis dan dugaan Suap Perijinan Makam Mewah dengan membeberkan nama - nama yang diduga terlibat langsung maupun tidak langsung, termasuk ada atau tidaknya dugaan adanya perintah atasannya.
"Tujuannya, agar keterangan pers KPK secara rinci ini dapat memberikan informasi yang akurat, sebab sebentar lagi di kabupaten Bogor akan berlangsung Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor," katanya. (als)

Tidak ada komentar