header_ads

Riung Mungpulung HUT Kemerdekaan RI Ke-68

KOTA - Riung mungpulung bersama perintis kemerdekaan jelang HUT RI Ke-68. 

Sehari menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-68, Pemerintah Kota Bogor menggelar Riung Mungpulung atau silaturahim dengan para pejuang Kemerdekaan di Balaikota Bogor, Jum’at (16/8/2013).

Turut hadir dalam pertemuan lintas generasi ini Walikota  Bogor Diani Budiarto, Wakil Walikota Bogor Achmad Ru’yat, Danrem 061/SK Kol. Inf Arif Rachman, jajaran Muspida Kota Bogor, para Asisten,  pimpinan SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) serta para Camat dan Lurah.

Mereka datang dari berbagai kesatuan dan organisasi, seperti  Angkatan ‘45, Legiun Veteran RI, Persatuan Purnawirawan ABRI (PEPABRI), Pensiunan Pegawai Pemerintah Kota Bogor (P4KB), Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Keluarga Pahlawan, Warakamuri dan Janda Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI). Walau tidak sedikit yang tampak tidak bugar, tapi para sesepuh kemerdekaan tersebut datang dengan semangat yang masih tinggi.

Plh Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Syarif Hidayat selaku Ketua Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kota Bogor menyambut akrab kehadiran para sesepuh dan tokoh pejuang tersebut.

Walikota Bogor Diani Budiarto berharap  riung mungpulung ini menjadi pertemuan tiga generasi, mulai dari generasi perintis, pejuang dan penerus kemerdekaan. “Kedepan, kita ingin lebih banyak generasi muda seperti mahasiswa dan kaum pelajar ikut berkumpul di sini. Sehingga ada transfer spirit,” harap Diani

Walikota mengatakan bila dahulu, musuh perjuangan adalah Belanda dan Jepang yang secara fisik jelas di depan mata, kini sangat berbeda. Sekarang musuhnya tidak terlihat dan kentara. Namun mereka sanggup menyelinap sampai ke relung-relung dan ke dalam rumah. “Aspek penghancurannya sangat sistematis. Tahu-tahu kita berantem, ini yang harus kita waspadai,” ingat Walikota.

Pada keempatan tersebut Walikota  Diani Budiarto menyerahkan secara simbolis uang kadeudeuh kepada tiga janda pahlawan yakni Ny.Ijah istri alm Arsyad,  Maria Magdalena istri alm Frans Kaisepo, dan Ny. RR Leli Astuti istri alm Soehaedi Hadiwijaya.


Sementara, Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Bogor Arie S. Budiraharjo mengatakan kegiatan ini merupakan acara rutin Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) tingkat Kota Bogor setiap menjelang HUT RI.

"Setelah acara riung mungpulung, kata Arie, dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia melalui siaran televesi," katanya.

Rangkaian acara lainnya, sambung Arie, pengukuhan pasukan pengibar duplikat bendera pusaka yang akan bertugas dalam puncak HUT RI ke 68  di Lapangan Sempur Bogor. “Anggota Paskibraka akan dikukuhkan Walikota Bogor pada pukuk 20.00 wib, di Ruang Rapat I Balaikota Bogor. Selanjutnya,  tepat pukul 00.00 wib, ada apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan Dreded, Bondongan Bogor Selatan. Apel renungan akan dipimpin Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Inf. Hendy Antariksa," jelas dia.

Menurutnya, puncak peringatan HUT RI ke 68 tingkat Kota Bogor akan dipusatkan dilapangan Sempur Bogor dalam upacara yang akan dipimpin langsung Walikota Bogor Diani Budiarto. 

Seusai upacara di Lapangan Sempur, katanya, akan dilanjutkan dengan penyerahan remisi kepada para Napi  di Lapas kelas IIA Palendang Bogor.  Sore harinya, pukul 16.30 wib, upacara penurunan duplikat bendera pusaka  di Lapangan Sempur yang akan dipimpin Ketua DPRD Mufti Faoqi. Kegiatan HUT RI ke 68 tingkat Kota Bogor ditutup dengan acara ramah tamah walikota Bogor dan unsur muspida dengan anggota Paskibraka di Ruang Rapat I Balaikota Bogor. (eka)







Editor: MICHELLE

Email: redaksiberitabogor@gmail.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.