header_ads

Sektor Pertanian Tak Diminati Generasi Muda

Sumber daya manusia di sektor pertanian semakin langka. 

Pertanian menjadi bidang yang semakin tidak menarik untuk ditekuni oleh penduduk Indonesia terutama generasi muda. 

Prof Emil Salim, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, memperkirakan setiap tahunnya ada 5,5 juta penduduk yang meninggalkan profesi petani dan beralih ke sektor non pertanian.

Tak hanya dari SDM-nya yang semakin langka. Saat ini, Indonesia juga menghadapi makin sempitnya lahan untuk pertanian. Pasalnya penduduk lebih memilih menggunakan lahannya untuk kegiatan industri dan properti dibanding untuk bercocok tanam.

“Sekali lagi, persoalannya bertolak dari murahnya harga sektor pertanian. Sehingga orang lebih suka berinvestasi disektor non pertanian yang hasilnya lebih menggiurkan,” tambah Emil Salim.

Menurutnya, situasi tersebut sangat berbahaya, karena Indonesia akan menjadi negara pengimpor pangan terbesar di dunia. karena itu, ia mengajak semua pihak agar segera menyelesaikan persoalan tersebut secara bersama-sama dan komprehensif.

“Mulai sekarang perbaikan sarana dan prasarana pedesaan harus digenjot. Ini supaya arus urbanisasi masyarakat yang meninggalkan pedesaan untuk mencari penghidupan di kota bisa dihentikan,” tukas Emil.

Senada dengan Emil, Mantan Kepala BKKBN Prof Haryono Suyono mengatakan bahwa saat ini Indonesia sebenarnya tengah memulai memasuki masa bonus demografi. Dimana jumlah penduduk usia produktif terus meningkat pesat dan rasio ketergantungan penduduk tua makin mengecil. (Rsd)



Editor: Handi Rsd
Email: redaksiberitabogor@gmail.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.