header_ads

Publikasi Kinerja Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata 2013

PUBLIKASI KINERJA 2013
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA 
KABUPATEN BOGOR 

Di era globalisasi sekarang ini tidak dapat dipungkiri bahwa budaya lokal dan tradisional semakin tersisih akibat derasnya pengaruh budaya modern. Hal ini juga terjadi pada masyarakat di tatar Sunda. 

Kehidupan sosial masyarakat yang diwarnai oleh kearifan budaya lokal sunda yang selama ini tumbuh dan berkembang di masyarakat sedikit demi sedikit mengalami penurunan kualitas. Tradisi-tradisi lama yang tumbuh dan berkembang di masyarakat yang mencerminkan kehidupan komunal masyarakat sunda mulai tergantikan dengan kehidupan modern yang cenderung individualistis. 

Untuk itulah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor senantiasa berupaya untuk melestarikan dan mengenalkan seni tradisi peninggalan leluhur agar senantiasa lestari dan hidup di tengah-tengah masyarakat.
 
Beberapa kegiatan yang telah dilakukan sebagai bentuk pelestarian seni budaya tradisional sepanjang tahun 2013 ini, sebagai berikut:


1. Pelestarian Nilai-Nilai Budaya / Mauludan di Kampung Adat Urug  

Di era globalisasi sekarang ini tidak dapat dipungkiri bahwa budaya lokal dan tradisional semakin tersisih akibat derasnya pengaruh budaya modern. Hal ini juga terjadi pada masyarakat di tatar Sunda. Kehidupan sosial masyarakat yang diwarnai oleh kearifan budaya lokal sunda yang selama ini tumbuh dan berkembang di masyarakat sedikit demi sedikit mengalami penurunan kualitas. Tradisi-tradisi lama yang tumbuh dan berkembang di masyarakat yang mencerminkan kehidupan komunal masyarakat sunda mulai tergantikan dengan kehidupan modern yang cenderung individualistis.
 
Menyadari akan hal tersebut, dirasa perlu melakukan upaya mempertahankan kearifan budaya lokal sebagai wujud jati diri masyarakat sunda dengan cara mendorong upaya pelestarian tradisi budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.

Salah satu tradisi budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat adalah tradisi Mauludan yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Adat Urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya. Pada tahun ini acara Mauludan di Kampung Adat Urug diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 24 Januari 2013.

Kesibukan menyambut acara Maulud Nabi Besar Muhammad SAW ini sudah terasa mulai dari pagi hari. Penduduk Desa Urug mulai sibuk mempersiapkan segala keperluan. Makanan ditempatkan didalam boboko yang diisi oleh nasi, mie goreng atau bihun goreng dan bakakak hayam. Semua makanan tersebut dikumpulkan di Imah Gede (Rumah Gede). Setelah semua penduduk berkumpul, Kepala Adat Kampung Urug memimpin do’a dan berdzikir memanjatkan do’a ke Khadirat Allah SWT. Setelah selesai semua yang hadir ngameng (makan bersama).

 

2. Alimpaido 2013  

Dalam rangka melestarikan nilai-nilai budaya tradisional khususnya permainan anak-anak zaman baheula, Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor kembali mengadakan Festival Alimpaido atau Permainan Anak-Anak Jawa Barat Tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2013. 

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya melestarikan permainan anak-anak zaman baheula yang mulai dilupakan kembali. Nama Alimpaido tersebut merupakan plesetan dari kata olimpiade, sedangkan alimpaido dari bahada Sunda yang artinya alim (tidak mau) paido berarti dibihongi. Alimpaido bisa diartikan tidak mau curang (belajar kejujuran) itulah nama hakiki permainan anak-anak yang syarat nilai budaya dan kreatifitas kesundaan. Alimpaido juga bisa berarti tidak mau dihinakan atau ditinggalkan, sehingga melalui festival atau kompetisi ini guna menghidupkan kembali seni tradisional yang sudah hampir punah.
 
Lomba Alimpaido Tk. Kabupaten Bogor ini diselenggarakan pada tgl. 23 – 24 Mei 2013 bertempat di Bumi Perkemahan Cimandala Kecamatan Sukajaya. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak SMP perwakilan sekolah dari 40 kecamatan. Maksimal usia peserta adalah 15 tahun dan masing-masing grup terdiri dari 5 orang. Jenis permainan tradisional yang dilombakan adalah jajangkungan/egrang, kelom batok, rorodaan, sorodot gaplok, perepet jengkol, gatrik, sondah, bedil jepret, panggal, dan sumpit.

Pada kejuaraan ini keluar sebagai juara adalah :
1.    Kecamatan Klapanunggal Juara I
2.    Kecamatan Sukaraja        Juara II
3.    Kecamatan Gunung Putri  Juara III
4.    Kecamatan Ciampea        Juara Harapan I
5.    Kecamatan Cariu             Juara Harapan II
6.    Kecamatan Kemang        Juara Harapan III


3. Adu Jaten Parebut Seeng

Di era globalisasi sekarang ini tidak dapat dipungkiri bahwa budaya lokal dan tradisional semakin tersisih akibat derasnya pengaruh budaya modern. Hal ini juga terjadi pada masyarakat di tatar Sunda. Kehidupan sosial masyarakat yang diwarnai oleh kearifan budaya lokal sunda yang selama ini tumbuh dan berkembang di masyarakat sedikit demi sedikit mengalami penurunan kualitas. Tradisi-tradisi lama yang tumbuh dan berkembang di masyarakat yang mencerminkan kehidupan komunal masyarakat sunda mulai tergantikan dengan kehidupan modern yang cenderung individualistis.

Salah satu upaya untuk melestarikan seni budaya tradisional adalah dengan mendorong tradisi-tradisi yang tumbuh kembang di masyarakat diantaranya adalah tradisi Adu Jaten Parebut Seeng. Parebut seeng merupakan budaya khas Cimande yang menggunakan media gerak seni pencak silat Cimande. Seni ini berfungsi sebagai perhelatan pada upacara perkawinan dan mempunyai hubungan dengan upacara Seren Besanan.

Seni Parebut Seeng sebagai salah satu seni tradisi khas Bogor perlu untuk terus dilestarikan dan dikenalkan kepada khalayak luas agar keberadaannya tidak termakan oleh zaman dan terus tumbuh kembang lestari di tengah-tengah masyarakat.

Dalam rangka melestarikan seni parebut seeng ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali mengadakan event pagelaran seni tradisi yang diberi tajuk “Adu Jaten Parebut Seeng”. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 21 Mei 2013 dengan mengambil tempat di Kampung Budaya Sindangbarang, Desa Pasir Eurih Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor dan diikuti oleh perguruan pencak silat yang ada di wilayah Kabupaten Bogor.

Pada kejuaraan ini setiap peserta dinilai berdasarkan 3 (tiga) aspek, yaitu:
1.    Aspek Wirasa
Setiap peserta harus memahami makna jurus agar setiap gerakan bisa ditampilkan dengan penuh penghayatan/perasaan;
2.    Aspek Wiraga
Sikap/karengkuhan badan yang erat dengan nilai-nilai estetika moral dalam bertindak; 
3.    Aspek Wiracipta
Kemampuan peserta dalam melakukan/menciptakan teknik gerakan/motekar dalam igel kembang pencak; 

Keluar sebagai juara dalam kejuaraan ini adalah:
 
Kategori Anak
1.    Deri dan Asep     Juara I
2.    Fahmi dan Fajar  Juara II
3.    Indri dan Ani       Juara III

Kategori Dewasa 
1.    Haris dan Deden     Juara I
2.    Rohman dan Asrip   Juara II
3.    Maturidi dan Yogi   Juara III

 
4. Unjuk Kabisa di Kampung Budaya Sindang Barang 

Di era globalisasi sekarang ini tidak dapat dipungkiri bahwa budaya lokal dan tradisional semakin tersisih akibat derasnya pengaruh budaya modern. Hal ini juga terjadi pada masyarakat di tatar Sunda. Kehidupan sosial masyarakat yang diwarnai oleh kearifan budaya lokal sunda yang selama ini tumbuh dan berkembang di masyarakat sedikit demi sedikit mengalami penurunan kualitas. Tradisi-tradisi lama yang tumbuh dan berkembang di masyarakat yang mencerminkan kehidupan komunal masyarakat sunda mulai tergantikan dengan kehidupan modern yang cenderung individualistis.

Salah satu seni tradisi yang dicoba untuk dikenalkan adalah seni tradisi Unjuk Kabisa 7 Gunung. Disebut demikian karena event ini dimaksudkan untuk memperkenalkan seni tradisi kepada masyarakat di sekitar 7 gunung yaitu Gunung Halimun, Gunung Salak, Gunung Gede, Gunung Pangrango, Gunung Ciremai, Gunung Tangkuban Perahu dan Gunung Tampomas.
 
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2013 bertempat di Kampung Budaya Sindangbarang, Desa Pasir Eurih Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor.

Acara yang ditampilkan:
1.    Helaran kesenian
2.    Pentas gondang buhun
3.    Pentas debus
4.    Pentas jipeng
5.    Pentas kendang penca
6.    Pentas parebut seeng
7.    Pentas seni gondang
8.    Gotong singa
9.    Surak ibra
10.    Pentas tari buyung
11.    Pentas benjang
12.    Kuda renggong
13.    Pentas tari topeng
14.    Pentas sintren
15.    Angklung buncis

 

Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata 
Kabupaten Bogor 

TUGAS POKOK 
Dinas kebudayaan dan Pariwisata mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi di bidang kebudayaan dan pariwisata serta tugas pembantuan.

FUNGSI

  1. Perumusan kebijakan teknis di bidang kebudayaan dan pariwisata;
  2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayan umum di bidang kebudayaan dan pariwisata;
  3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kebudayaan dan pariwisata; dan
  4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya.
Struktur Organisasi 
Susunan Organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, terdiri atas:

a. Kepala Dinas ;
b. Sekretariat, membawahi: 
    1. Sub Bagian Program dan Pelaporan;
    2. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; dan
    3. Sub Bagian Keuangan;

c. Bidang Kebudayaan, membawahi:
    1. Seksi Kesenian
   2. Seksi Budaya; dan
   3. Seksi Komunitas Budaya;

d. Bidang Jasa, Obyek dan Daya Tarik Wisata, membawahi:
   1. Seksi Jasa Wisata ;
   2. Seksi Obyek dan Daya Tarik Wisata; dan
   3. Seksi Rekreasi dan Hiburan Umum;

e. Bidang Sarana Wisata, membawahi:
   1. Seksi Akomodasi ;
   2. Seksi Restoran dan Rumah Makan ;dan
   3. Seksi Aneka Sarana Wisata

f. Bidang Promosi dan Pemasaran, membawahi:
  1. Seksi Bahan Promosi ;
  2. Seksi pameran, Even dan Peristiwa Pariwisata; dan
  3. Seksi Kemitraan dan HUbungan antar Lembaga ;

g. UPTD ;dan
h. Kelompok Jabatan Fungsional
 
(Adv)





26/12/2013
Diberdayakan oleh Blogger.