Sampah Di Puncak Bogor Bertebaran
DKP Prediksi Pergantian Tahun Sampah Puncak Meningkat
Volume sampah di kawasan ini diprediksi bakal naik 90 meter kubik dari biasanya sekitar 50 meter kubik. Hal ini terkait banyaknya pengunjung yang berwisata di kawasan Cisarua, Megamendung dan sekitarnya.
Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bogor, Budianto mengatakan pihaknya telah menyiapkan empat armada sampah berikut delapan awaknya dan 45 petugas kebersihan (pesapon) di sekitar Puncak dipaksa lembur. “Tiap malam pergantian tahun baru kawasan Puncak selalu dipenuhi sampah. Kita tidak menambah pesapon, tapi mereka diwajibkan lembur sehingga mendapat uang lembur,” ujarnya, Minggu (29/12/2013).
Menurutnya, tumpukan sampah di kawasan Puncak mulai perempatan Ciawi sampai Puncak Pass diprediksi naik 45 persen pada malam pergantian Tahun Baru 2014. ”Membersihkan sampah di kawasan ini saat perayaan tahun baru tidaklah mudah, sebab terkendala kemacetan. Terutama pengguna kendraan seenaknya membuang makanan dan minuman di badan jalan,” katanya.
Sampah berserakan biasanya terlihat di beberapa titik, seperti selepas pintu keluar tol Ciawi, Tanjakan Selangor, Pasar Cisraua hingga Masjid At’Taawun. “Sampah-sampah itu berasal dari pengguna kendaraan. Mereka jenuh terjebak macet, lalu keluar dari mobil. Mereka minum dan makan di pinggir jalan. Sampahnya dibuang sembarangan,” ucap Sabili, warga Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung. (red)
