SAR Pramuka Melibatkan Diri Evakuasi Bencana
Diminta Maupun Tak Diminta, anggota Pramuka kerap melibatkan diri dalam membantu sesama sesuai Sumpah Prasetya dan Dasa Dharma Pramuka. Namun, peran yang mereka lakukan itu dalam diam tak berharap pencitraan, sehingga kerap kali tenggelam oleh kepentingan pencitraan pihak tertentu yang ingin eksis melalui media massa. Hal ini menggelitik tim Berita Bogor untuk menelusuri lebih dekat tentang peran Pramuka dalam penanggulangan Bencana.
Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah yang tergolong rawan bencana, sehingga stakeholders Pemerintah Kabupaten Bogor kerap bersinergi dalam upaya melakukan tanggap darurat, pengurangan resiko bencana maupun penanggulangan korban bencana.
Jauh sebelum BPBD dan PMI Kabupaten Bogor memerankan anggota Satuan Tugas Bencana (Satgana) ternyata Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Bogor telah lebih dulu memiliki anggota Satgana Peduli Kemanusiaan yang dibentuk pada tahun 2010 dalam bentuk Unit SAR SAYAGA yang terdiri dari 40 Penegak.
Sejak dibentuk, telah tak terhitung lagi kiprah unit ini dalam melaksanakan tugas kemanusiaan melalui Program Pramuka Peduli dengan menolong dan mengevakuasi korban bencana longsor di daerah yang dilanda bencana, baik di wilayah Kabupaten Bogor maupun daerah lain di Indonesia. Para anggota ini juga telah dibekali keterampilan khusus dalam pertolongan pertama, penanganan bencana, assesment, maupun teknis kedaruratan.
Menyusul pembentukan Satgana PMI Kabupaten Bogor dan berikutnya diikuti oleh BPBD Kabupaten Bogor pun tak terlepas dari peran anggota SAR SAYAGA yang bertindak sebagai pelatih ketika itu. "Sampai sekarang anggota kami masih aktif, bahkan secara bersama - sama melakukan evakuasi bencana, diminta maupun tak diminta kita tetap melibatkan diri" kata Ahmad, Penegak Kwarcab Pramuka Kabupaten Bogor, Minggu (2/2/2014)
Secara tidak langsung, lanjut Ahmad, seluruh anggota Pramuka berbagai tingkatan memegang teguh Janji (sumpah) Pramuka yaitu Tri Satya yang artinya adalah kata-kata janji atau sumpah yang diucapkan oleh seorang Pramuka golongan Penggalang, Penegak, Pandega dan anggota dewasa. "Jadi, diminta maupun tak diminta harus melibatkan diri dalam membantu sesama. Seperti bencana pergeseran tanah di Sukamakmur, peristiwa kebakaran, korban longsor dan banjir, pertolongan pertama pada korban kecelakaan, dan kejadian lainnya," jelas Ahmad.
Salahsatu Penegak Pramuka asal Tenjolaya, yang juga senior SAR SAYAGA, Wahyu menambahkan kiprah Pramuka dalam kemanusiaan seperti membantu menolong korban bencana di Desa Situdaun, Desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya pada 24 Maret 2013 lalu. Saat itu hujan deras diikuti dengan angin kencang dan petir mengakibatkan longsor tetapi juga putusnya aliran listrik dan pohon-pohon tumbang.
Salahsatu Penegak Pramuka asal Tenjolaya, yang juga senior SAR SAYAGA, Wahyu menambahkan kiprah Pramuka dalam kemanusiaan seperti membantu menolong korban bencana di Desa Situdaun, Desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya pada 24 Maret 2013 lalu. Saat itu hujan deras diikuti dengan angin kencang dan petir mengakibatkan longsor tetapi juga putusnya aliran listrik dan pohon-pohon tumbang.
"Longsor saat itu tanah amblas sekitar 15 meter kebawah, sejumlah rumah warga juga ikut tertimbun tanah, dan akses jalan rusak tertutup tanah longsor. Sejumlah 40 anggota Pramuka langsung terjun kelapangan tanpa diminta untuk membersihkan area longsor dan membantu mengevakuasi korban yang terkana dampak bencana itu," tutur dia.
Pada tahun sebelumnya, lanjut Wahyu, terdapat dua kali peristiwa helikopter TNI-AU yang jatuh di hutan Gunung Salak pada tahun 2008 silam, disusul jatuhnya pesat Sukhoi di puncak Gunung Salak itu. Mengetahui peristiwa tersebut, ketika itu SAR SAYAGA bersegera melakukan evakuasi dengan peralatan seadanya menembus hutan penuh belukar dengan medan yang terjal dan berbahaya.
Pada tahun sebelumnya, lanjut Wahyu, terdapat dua kali peristiwa helikopter TNI-AU yang jatuh di hutan Gunung Salak pada tahun 2008 silam, disusul jatuhnya pesat Sukhoi di puncak Gunung Salak itu. Mengetahui peristiwa tersebut, ketika itu SAR SAYAGA bersegera melakukan evakuasi dengan peralatan seadanya menembus hutan penuh belukar dengan medan yang terjal dan berbahaya.
"Kami sudah memiliki pengalaman terhadap medan ini sehingga titik lokasi kejadian dapat dengan mudah kami temukan, sambil menunggu Tim SAR bersama TNI membawa datang membawa seperangkat peralatan lengkap untuk bersama - sama mengevakuasi korban sekaligus menyisir reruntuhan helikopter maupun pesawat Shukoi," kata Wahyu mengisahkan. (als)
Tri Satya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuaan Republik Indonesia.
2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
3. menepati Dasa Dharma.
Dasa Dharma
Dasa Dharma adalah sepuluh Kebajikan yang menjadi pedoman bagi Pramuka:
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, trampil dan gembira.
7. Hemat, cermat dan bersahaja.
8. Disiplin, berani dan setia.
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuaan Republik Indonesia.
2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
3. menepati Dasa Dharma.
Dasa Dharma
Dasa Dharma adalah sepuluh Kebajikan yang menjadi pedoman bagi Pramuka:
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, trampil dan gembira.
7. Hemat, cermat dan bersahaja.
8. Disiplin, berani dan setia.
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.
Pramuka mengevakuasi lokasi jalan tertimbun longsor di dua desa Kecamatan Tenjolaya, 2013
Prestasi Kwarcab Pramuka Kabupaten Bogor
- Kwartir Cabang berpestasi Bidang Giat Operasional Tahun 1986 Tk, Jawa Barat,
- Kwartir Cabang Tergiat I Jawa Barat Tahun 1990,
- Dewan Kerja Penegak tergiat I Jawa Barat Tahun 1990,
- Kwartir Cabang Tergiat I Jawa Barat Tahun 1994,
- Juara II Gerakan Tunas Jawa Barat Tahun 1996,
- Juara III Lomba Cerdas Tangkas Satuan Karya Pramuka Tk. Jawa Barat Tahun 1997,
- Kwartir Cabang Tergiat I Jawa Barat Tahun 1999,
- Juara III Lomba Tingkat IV Jawa Barat Penggalang Tahun 2002,
- Kwartir Cabang Favorit Jawa Barat Tahun 2004,
- Melibatkan Diri Dalam Penanggulangan Bencana Lokal Maupun Nasional melalui SAR SAYAGA,
- Kwartir Cabang Tergiat II Jawa Barat Tahun 2009 Bidang Anggota Muda,
- Kwartir Cabang Tergiat III Jawa Barat Tahun 2009 Bidang Anggota Dewasa,
- Kwartir Cabang Tergiat I Jawa Barat Tahun 2009 Bidang Organisasi,
- Kwartir Cabang Tergiat I Jawa Barat Tahun 2009 Bidang Sarana Prasarana,
- Mengirimkan Peserta Asia Pacific Regional Scout Jambore di Korea Selatan Tahun 2010,
- Mengirimkan Peserta Jambore Asean di Singapura Tahun 2010,
- Mengirimkan Peserta Jambore Dunia di Swedia Tahun 2011,
- Mengirimkan Peserta Jambore Nasional Tahun 2011 + 100 orang,
- Ditugaskan sebagai Pelaksana Penghijauan Penanaman 5.000 Pohon tingkat Nasional dalam rangka 50 Tahun Gerakan Pramuka,
- Mengirimkan Peserta Upacara Tingkat Nasional dari Tahun 2010 s.d 2012 di Cibubur sebanyak 2 Kompi Peserta Upacara,
- Ditugaskan sebagai Pelaksana Sub Camp LT V Tingkat Nasional diikuti 600 orang Pramuka Penggalang se-Indonesia Tahun 2012,
- Mengirimkan peserta Raimuna Nasional di Papua tahun 2012,
- Mengirimkan Peserta Jambore Daerah Jawa Barat Tahun 2012 + 600,
- Mengirimkan Peserta Jambore Asia Pacifik di Jepang tahun 2013,
- Penanaman 2000 pohon dalam rangka memperingati hari Lahirnya Baden Powel 2013,
- Penanaman 1000 pohon bersama Wartawan Bogor dalam rangka Hari Pers Nasional 2013,
- Mengirimkan Peserta Upacara Hari Pramuka ke-52 Tingkat Nasional Tahun 2013,
- Pertukaran Budaya dengan Pemuda Korea 2013.
SAR SAYAGA Kwarcab Pramuka Kabupaten Bogor Saat Evakuasi Sukhoi di Gunung Salak, 2012
Editor: Alsabili

