Stop Tayangan Iklan Rokok
BERITA BOGOR - Maraknya jumlah anak-anak yang sudah merokok terjadi karena kuatnya iklan-iklan rokok di berbagai media.
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, Netty Prasetyani Heryawan memberi pernyataan sebuah kota bisa disebut sebagai Kota Layak Anak jika di sudut-sudut kota tersebut tidak terdapat iklan rokok.
“Pencanangan dilakukan di tingkat kota atau kabupaten sebagai kota layak anak, sehingga tidak hanya sebatas seremonial saja tetapi juga harus bekelanjutan dan memenuhi berbagai syarat yang sudah ditetapkan,” tuturnya beberapa waktu lalu.
“Pencanangan dilakukan di tingkat kota atau kabupaten sebagai kota layak anak, sehingga tidak hanya sebatas seremonial saja tetapi juga harus bekelanjutan dan memenuhi berbagai syarat yang sudah ditetapkan,” tuturnya beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Lembaga Perlindungan Anak Jawa Barat mencatat jumlah anak-anak yang saat ini sudah merokok terus mengalami peningkatan dalam setiap tahunnya.
Manager Program Lembaga Perlindungan Anak Jawa Barat, Dianawati menjelaskan maraknya jumlah anak-anak yang sudah merokok terjadi karena kuatnya iklan-iklan rokok di berbagai media cetak, elektonik, termasuk media luar ruangan, dimana iklan tersebut terpampang sangat jelas. “Untuk menekan angka tersebut, pihak kami juga akan terus melakukan advokasi kepada mereka dengan berbagai program,” ujarnya. (ibp) Editor: Imam Bhakti Pratama
