header_ads

Buruh Blokade Jalan Raya Bogor

BERITA BOGOR - Pengendara kesal ribuan buruh blokade jalan menghambat aktifitas perekonomian warga. 
Aksi demonstrasi ribuan buruh berkendara sepeda motor Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia [FSPMI] memblokade Jalan Raya Bogor Jakarta membuat aktifitas masyarakat umum terganggu. Betapa tidak, lebih dari dua jam lamanya antrian panjang kendaraan bermotor terjadi mulai simpang Nanggewer Mekar hingga simpang Jalan Terusan Tegar Beriman.
Pengemudi angkutan umum 08 jurusan Cibinong Merdeka, Heri (26) merasa terganggu dengan aksi para buruh yang nekat memblokade jalan raya sehingga menghambat aktifitasnya dalam mencari penumpang guna memenuhi setoran angkutan umum. 
"Buat beli bensin saja kita sudah kembang kempis sejak BBM harganya naik menjadi Rp.8.500,- ditambah lagi ada blokade yang bikin macet total arus lalu lintas. Bagaimana saya bisa menutupi uang setoran kalau begini keadaannya," keluhnya, Jum'at (21/11/2014). 
Sedangkan, penumpang angkot 08, Ny.Maya (39) juga meluapkan kekesalannya terhadap aksi buruh yang mengakibatkan dirinya harus terjebak dalam kemacetan arus lalu lintas yang cukup lama itu. "Saya kan harus pulang kerja secepatnya mau menyapkan makan sore buat keluarga dirumah. Kalau begini mah sama saja buruh menzolimi masyarakat," ketusnya. 
Semetara, ribuan buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia [FSPMI] Bogor yang memiliki Visi Membangun Serikat Pekerja yang Demokratis, Bebas, Representatif, Independen dalam mewujudkan Kesejahteraan dan Keadilan Sosial ini nampak tetap berorasi di depan sebuah pabrik yang terletak di Jalan Raya Bogor tersebut.

Dalam orasinya, Kordinator aksi meneriakkan yel-yel keaikkan upah minimum. "Jakarta dan daerah penyangga di sekitarnya seperti Depok, Bogor, Bekasi, Karawang, Tangerang, Serang dan Cilegon seharusnya dapat menyamai upah buruh di Bangkok yang sudah mencapai 3,2 jutaan dan di Manila yang telah mencapai 3.6 jutaan," orasinya.  (why) Editor: Wahyu
Diberdayakan oleh Blogger.